plat lantai

Perhitungan Plat Lantai Beton

Plat lantai atau ploor plate memiliki pengertian lantai yang tidak terletak di atas tanah langsung, melainkan lantai tingkat pembatas antara tingkat yang satu dengan tingkat yang lain. Didukung dengan balok-balok yang bertumpu kepada kolom-kolom bangunan. Lantai ini dapat terbuat dari bahan konstruksi beton, kayu, baja dan yumen.

Plat Lantai (Poor Plate)

Bahan konstruksi beton banyak digunakan pada bangunan.

Plat lantai beton ini merupakan lantai yang dibuat dengan pengecoran tulangan dan bagian pendukung lainnya.

Dalam proses pembuatan, plat lantai beton bertulang umumnya dicor di tempat, bertumpu pada balok dan kolom pendukungnya.

Penyatuan bahan- bahan tersebut akan dapat memperoleh hubungan yang kuat sebab telah menjadi satu kesatuan, tiap bagiannya saling berhubung yang disebut jepit-jepit.

Bagaimana menentukan ketebalan plat lantai? Sebenarnya ada beberapa pertimbangan yang dapat Anda lihat.

Pertama pertimbangkan besar lendutan yang diinginkan. Kedua lebar jarak balok- balok pendukung atau lebar bentangan dan terakhir bahan konstruksi dan plat lantai.

Sementara plat lantai juga harus direncanakan: kaku, rata, lurus dan waterpas (mempunyai ketinggian yang sama dan tidak miring), agar terasa mantap dan enak untuk berpijak kaki.

Bahan konstruksi plat lantai terdiri dari beberapa bahan, satu di antaranya yang paling banyak dipilih adalah plat lantai beton.

Perhitungan Plat Lantai

Tidak bisa sembarangan, perencanaan dan hitungan dalam pembuatan plat lantai dari beton bertulang.

Untuk plat beton yang difungsikan sebagai lantai, tebal minimum adalah 12 cm, dengan tulang besi beton sebanyak 2 lapis.

Menggunakan besi beton diameter 10 mm berjarak 10 cm pada lokasi momen maksimum, dan diameter 10 mm berjarak 20 cm pada lokasi momen minimum.

Penyeragaman diameter besi beton agar memudahkan pengerjaan di lapangan.

Elemen-elemen pembebanan secara lengkap tercantum buku Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung, 1983.

  • Beban hidup (untuk rumah tinggal) = 0,200 t/m2
  • Beban hidup (untuk bangunan umum) = 0,250 t/m2
  • Pasir urug dibawah tegel tiap cm tebal = 0,018 t/m2
  • Tegel+perekat = 0,120 t/m2
  • Plafon+penggantung = 0,020 t/m2
  • Dinding pasangan bata tebal ½ batu = 0,250 t/m2 pas
  • Berat jenis beton = 2,4 t/m3

Berikut perhitungan plat lantai atap terbuat dari bahan beton
Tebal = 10 cm

Beban-beban yang bekerja pada pelat beton lantai atap tersebut dihitung setiap meter panjang(m1)
menjadi berat total pelat (q) dengan satuan t/ m1 .

Berat total pelat merupakan penjumlahan dari = Berat sendiri pelat + beban hidup pada pelat + berat sendiri plafond + berat penutup aspal atau ubin.

  • Pelat = 0,10 x 1 x 2,4 t/ m1 = 0,240 t/ m1
  • Beban hidup pada pelat = 0,150 t/ m1 ( diambil beban hidup untuk lantai )
  • Berat sendiri plafond = 0,018 t/ m1
  • Penutup aspal/ubin = (ketebalan 2 cm) = 2 x (21 + 24) = 0,090 t/ m1 (angka 21 dan 24 diperoleh dari PMI 1971).
  • Jadi, berat total pelat adalah 0,498 t/ m1

Selain itu ada poin lain yang perlu diperhitungkan adalah momen. Momen adalah gaya atau beban yang bekerja pada suatu benda yang kemudian dikalikan jarak.

Satuan untuk momen adalah ton meter ™. Bekerjanya gaya selalu tegak lurus terhadap jarak.

Bagaimana Kami Dapat Membantu Anda ?

Untuk membuat janji presentasi atau informasi lebih lanjut, hubungi kami sekarang juga !

Bagaimana Kami Dapat Membantu Anda ?

Untuk membuat janji presentasi atau informasi lebih lanjut, hubungi kami sekarang juga !

source : motif pemasangan paving block, pola pemasangan paving block, motif paving warna, motif paving terbaru, motif paving block

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove
Posted in Ilmu Sipil, News and tagged , , , .