pengetian beton prategang adalah

Pengertian Beton Prategang

Pada pembahasan kali ini kita akan mengulas mengenai pengertian beton prategang dan hal-hal lain yang perlu untuk diketahui di dalamnya.

Beton merupakan salah satu elemen konstruksi yang telah digunakan bertahun-tahun lamanya, dan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

Salah satu bentuk nyata perkembangan dari beton adalah beton prategang, yang telah banyak digunakan dalam berbagai proyek konstruksi.

Mengapa Dibuat Beton Prategang ?

Sebelum mengetahui apa itu pengertian beton prategang, maka kita akan membahas hal yang menimbulkan adanya kebutuhan terhadap beton prategang tersebut.

Beton sendiri merupakan elemen konstruksi yang memiliki daya tahan yang kuat dalam menanggung beban berat yang ada di atasnya.

Karena itu, material beton kerap dijadikan untuk digunakan pada bagian struktural bangunan atau yang menanggung berat seperti pondasi, jalan raya, jembatan, dan lain sebagainya.

Namun sayangnya meskipun sanggup menahan tekanan dari beban berat diatasnya, beton kurang bisa menahan tekanan dari gaya tarikan.

Karena kurang bisa menahan tekanan tarik tersebut, beton pun mudah mengalami keretakan yang tentunya dapat berbahaya bagi stuktur bangunan secara keseluruhan.

Oleh karena itulah dibuat beton prategang yang memiliki kekuatan untuk menahan tekanan berat dan tekanan tarikan sekaligus.

Baca Juga : Pengertian Beton Pracetak dan Fungsinya

Pengertian Beton Prategang Adalah ?

Berdasarkan kebutuhan akan beton yang memiliki kekuatan terhadap daya tekan berat dan tarik sekaligus itulah, maka beton prategang pun dibuat.

Definisi beton prategang sendiri cukup beragam menurut para ahli dan organisasi, mulai dari definisi menurut Peraturan Beton Indonesia (PBI), Draft Konsensus Pedoman Beton, dan American Concrete Institute (ACI).

Namun pada intinya, pengertian beton prategang adalah beton yang diberikan tegangan-tegangan internal agar dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan gaya tarik di dalamnya.

Tegangan internal yang diberikan dalam beton prategang itu sendiri terletak pada bagian tulangan beton, yang terbuat dari material baja.

Baja merupakan material yang terkenal memiliki kekuatan terhadap daya tarik yang tinggi, sedangkan beton telah kita ketahui memiliki ketahanan terhadap tekanan beban.

Perpaduan antara material beton dan baja inilah yang kemudian menghasilkan kombinasi kekuatan beton prategang yang tahan terhadap tekanan beban berat dan tekanan tarikan sekaligus.

Selain itu, beton prategang juga memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap tegangan lentur yang terdapat pada stuktur bangunan jika dibandingkan dengan beton bertulang.

Seperti halnya tekanan tarik, tegangan lentur juga dapat menyebabkan keretakan pada beton yang tidak memiliki kekuatan dan ketahanan.

Menggunakan beton yang tidak kuat menahan tekanan dan tegangan tersebut tentunya akan membuat stuktur bangunan tersebut lebih cepat rusak dan dapat menimbulkan hal-hal yang membahayakan.

Metode Pelaksanaan Aplikasi Beton Prategang

Setelah mengetahui pengertian beton prategang, selanjutnya kita akan membahas mengenai metode pelaksanaan kerja dari beton prategang itu sendiri.

Cara kerja yang dimaksud adalah pemberian tekanan tegangan internal pada beton, dimana tegangan tersebut akan mengurangi atau bahkan menghilangkan gaya tarikan yang ada.

Terdapat dua metode pelaksanaan kerja yang diterapkan dalam pengaplikasian beton prategang, yaitu:

1. Metode Beton Prategang Pre-Tensioned

metode pelaksanaan beton prategang

Metode Beton Pratarik

Metode ini disebut juga dengan metode pra tarik, dimana pemberian tegangan dilakukan ketika beton belum dicor dan mengeras.

Gaya konsentris yang ada pada tegangan pun dipertahankan hingga beton benar-benar sudah mengeras.

Proses pembuatannya menggunakan kabel tendon yang kemudian diikat pada dua buah angkur yaitu angkur hidup dan angkur mati.

Metode kerjanya adalah angkur hidup yang telah ditanam pada beton ditarik menggunakan dongkrak.

Hal ini bertujuan agar kabel tendon yang ada didalamnya menjadi bertambah panjang.

 

2. Metode Beton Prategang Post-Tensioned

pengaplikasian beton prategang

Metode Beton Pasca Tarik

Metode ini disebut juga dengan metode pasca tarik, yaitu pemberian tegangan beton dilakukan ketika beton sudah mengeras.

Aplikasi beton prategang pasca tarik umumnya digunakan pada konstruksi jembatan bentang menengah hingga bentang panjang.

Dalam metode ini tidak diharuskan menggunakan kabel tendon yang diikat pada angkur hidup dan angkur mati.

Namun proses pembuatannya yaitu dengan cara beton dibiarkan mengeras hingga mencukupi umur beton tersebut.

Kemudian dongkrak dipasang pada angkur dan kabel tendon ditarik hingga mencapai tegangan yang telah direncanakan sebelumnya.

 

Baca Juga : Jenis Beton Precast Yang Paling Banyak Digunakan Di Indonesia

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian beton prategang, berikut mengapa beton tersebut dibuat dan cara kerja dari beton prategang itu sendiri.

Penggunaan beton prategang dalam proyek konstruksi memang sangat membantu dalam berbagai pembangunan yang ada.

Dengan adanya beton yang kuat dan berkualitas, tentunya akan dihasilkan bangunan yang baik serta tahan lama juga.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda!

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove
Pengertian Beton Prategang
4.9 (98.1%) 21 votes

Halaman Terkait :

Posted in Beton Prategang, News and tagged .