Pengertian Kanstin Beton beserta Fungsi dan Jenisnya

 

Mengetahui Pengertian & Fungsi Kanstin Beton Beserta Jenisnya

jenis ukuran kanstin beton

Gbr. Pemasangan Kanstin PT. Clariant Adsorbent Indonesia

1. Fungsi dan Pengertian Kanstin Beton

Kanstin Beton adalah salah satu produk berbahan beton yang banyak dijumpai di pinggir badan jalan. Fungsi utamanya adalah sebagai pembatas antara badan jalan dan trotoar. Namun lebih dari itu, kanstin ternyata memiliki berbagai kegunaan dan peranannya tidak tergantikan.

Sejak awal abad ke-18, kanstin sudah mulai digunakan di Italia untuk memperindah kota. Kemudian sebuah perusahaan di London memanfaatkannya untuk memisahkan jalanan dengan jalur khusus pedestrian. Sejak saat itu, penggunaan kanstein semakin meluas hingga seluruh dunia.

 

2. Type dan Jenis Kanstin berdasarkan Spesifikasi Dimensi Ukuran Kanstin

Mengikuti perkembangan jaman, bentuk dan ukuran kanstin pun semakin beragam. Mari kita simak beberapa contohnya di bawah ini.

1. Kanstin Taman
Jenis kanstin ini merupakan yang paling banyak dipasang di dalam area perumahan, khususnya perumahan baru. Pada umumnya, perumahan baru memiliki sebidang area yang digunakan untuk menanam tanaman. Selain itu, badan jalannya menggunakan material paving beton. Hal ini membuat lingkungan perumahan menjadi tampak lebih asri dan rapi.

Kanstin taman digunakan untuk memisahkan badan jalan dengan taman. Fungsi utama dari kanstin taman adalah sebagai penahan tanah agar tidak tercecer ke badan jalan, sehingga taman terlihat lebih rapi dan indah. Sehubungan dengan jalanan dari paving, kanstin beton ini juga berfungsi menjepit paving block agar tetap rapat di tempatnya dan tidak bergeser. Kenampakan kanstin jenis ini lebih tipis dan lebih rendah dibandingkan jenis lainnya.

2. Kanstin Trotoar
Type kanstin beton lainnya adalah kanstin trotoar. Sebagaimana namanya, kanstin ini digunakan untuk memisahkan badan jalan dengan trotoar, di mana area pejalan kaki dibangun lebih tinggi daripada area kendaraan. Kanstin trotoar biasanya memiliki kenampakan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kanstin taman.

3. Kanstin S
Jenis kanstin berikutnya adalah kanstin tali air atau disebut juga kanstin S. Jenis yang satu ini memiliki bentuk bergelombang. Tampak berbeda dengan bentuk umumnya yang tegas dan rata. Biasanya kanstin ini digunakan untuk menahan dan mengarahkan air ke dalam saluran pembuangan.

4. Kanstin Car Stopper Beton
Anda pasti pernah memperhatikan tonjolan-tonjolan yang berjajar di tempat parkir mobil. Itu adalah car stopper beton atau sering disebut kanstin stopper. Ciri-ciri spesifikasi kanstin ini adalah tingginya yang berada antara 10 sampai 15 cm, paling rendah dibandingkan jenis kanstin lainnya.

Fungsi kanstin ini adalah untuk menghentikan gerak mobil agar tidak melebihi area yang seharusnya. Keberadaan kanstin yang tidak terlalu tinggi membuatnya mampu menghentikan roda mobil tanpa harus menggores bumper.

5. Kanstin DKI
Serupa dengan kanstin trotoar, kanstin DKI juga memiliki fungsi utama menjadi pembatas jalan maupun pemisah dengan trotoar. Yang membedakannya adalah dimensi kanstin beton ini lebih besar, membuat jenis ini disebut juga kanstin jumbo. Penampakan yang besar dan kokoh ini membuatnya sangat cocok untuk digunakan pada jalan utama atau besar, khususnya yang dilewati oleh kendaraan-kendaraan bermuatan berat.

Dalam sebuah proyek, pemanfaatan kanstin harus sesuai dengan jenis yang digunakan. Tidak hanya berakibat pada pemandangan, ketidaksesuaian penggunaan kanstin dapat berakibat fatal dan membahayakan pengguna jalan.

Misalnya, untuk jalanan yang dilewati angkutan bermuatan besar, kanstin yang digunakan sebaiknya yang berukuran besar pula. Jika menggunakan yang berukuran kecil, dikhawatirkan kansteen tidak dapat menjalankan fungsinya, mengakibatkan kendaraan melompat dan membahayakan pengguna jalan.

Menggantikan kanstin trotoar dengan kanstin beton lain yang tidak terlalu tinggi, membuka peluang bagi pengendara untuk melakukan pelanggaran lalu lintas. Misalnya, saat jalanan sedang macet. Pengendara motor akan tertarik untuk naik ke trotoar yang cenderung lengang. Akibatnya, membahayakan pejalan kaki.

Posted in Blog and tagged , , , , , .